Total Tayangan Laman

Jumat, 20 Mei 2011

Panduan Sholat dan Puasa di Luar Angkasa, Kutub, Kedalaman lautan

Pakar Syariah Islam dari Mesir, Prof Dr Syeikh Mohammad Ahmad Al-Sobhi berpendapat astronot Muslim, yang menjalankan misinya di luar angkasa, dapat beribadah puasa dan shalat lima waktu dengan berpatokan pada waktu Mekkah, Arab Saudi.

"Waktu perhitungan hari-malam di luar angkasa tentu tidak sama dengan yang ada di bumi. Oleh karena itu, jika seorang astronot Muslim berada di sana, dia dapat berpuasa dan shalat lima waktu dengan mengikuti waktu Mekkah," kata Syeikh Al-Sobhi, dalam tanya jawab dengan pemirsa televisi Mesir, Senin (18/11) malam.

Syeikh Al-Sobhi pada acara televisi dalam rubrik Fataawa al-Ulama (fatwa-fatwa ulama) itu berpendapat pula bahwa waktu untuk menjalankan ibadah puasa dan shalat lima waktu bagi astronot di luar angkasa itu dapat berlaku pula bagi warga Muslim yang berada di kawasan kutub utara atau kutub selatan.

Seorang pemirsa warga Mesir yang mengaku pernah hidup di kawasan dekat kutub utara menyatakan kebingungannya untuk menentukan waktu puasa maupun shalat lima waktu. Akhirnya dengan berijtihad sendiri, pemirsa itu menjalankan puasa dan shalat wajib dengan berpatokan waktu di Mesir.

Menurut Syeikh Sobhi, ijtihad pemirsa untuk mengikuti waktu di Mesir itu sudah tepat, namun yang lebih afdhal (lebih tepat) adalah mengikuti waktu di Makkah, sebagai titik pusat spiritual umat Islam sedunia.

Lalu, bagaimana dengan orang Muslim yang menjalankan misi di bawah laut berbulan-bulan, misalnya, dalam kapal selam, tanya seorang pemirsa lainnya.

Syiekh Al-Sobhi menjawab bahwa hal itu dapat diatasi, karena di bawah laut masih bisa ditentukan waktu dengan mengikuti waktu kawasan laut negara di mana warga Muslim tersebut berada.

Terkecuali, tambah Syeikh al-Sobhi, jika warga Muslim yang menjalankan misi di bahwa laut itu tidak bisa menentukan titik di negara mana dia berada, maka ia dapat mengikuti waktu ibadah puasa dan shalat wajib sebagaimana warga yang ada di luar angkasa maupun di kawasan kutub tadi. [Tma, Ant]



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar